Ratusan Warga Cimahi Selatan Sakit Paru-Paru

Thursday, August 11th 2016. | Uncategorized

Ratusan Warga Cimahi Selatan Sakit Paru-Paru -, Nyaris semua masyarakat RT 5 RW 14 Kampung Cibodas Cempaka, Kelurahan Penting, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi sempat menderita sakit paru-paru. Ruangan pemukiman yg berada serasi di belakang satu buah pabrik kimia, menciptakan warganya kerap batuk & sesak nafas.

Suherman (45 thn) jadi salah satu masyarakat setempat yg mengalami sakit paru-paru. Dua hri dulu, dia menjalani pengobatan di Puskesmas setempat. Awalnya, kira kira setahun yg dulu beliau telah sejak mulai merasa batuk, sesak nafas, dada sakit, & suhu badan panas-dingin.

“Tapi tepat awal mah enggak terus-terusan, berobat sebentar telah baikan, namun kini kambuh lagi,” papar cowok yg mempunyai dua anak ini, waktu ditemui Republika.co.id, Rabu (10/8).

Ketika sakit yg mula-mula itu, Suherman diboyong berobat ke Garut, area orang tuanya berada. Diwaktu itu dia dikatakan menderita gejala tipes. Suherman sejak mulai merasakan sakit lagi terhadap pertengahan Juli yg dulu. Berulang-ulang beliau berobat ke dokter tetapi tak kunjung membaik. Dikala berobat, dokter menyampaikan beliau terkena sakit paru-paru.

“Ini yg paling parah,” kata beliau. Bahkan, dia hingga pernah tidak dapat mengeluarkan nada tatkala kira kira 20 hri. Sesudah itu, barulah seterusnya dapat bersuara kembali tetapi bersama nada yg serak. Akibat keadaan ini, telah sepekan terakhir Suherman terbaring lemas di rumahnya seluas kira kira 2×4 meter.

Baca Juga :

Tidak Cuma Suherman, penduduk lain adalah Selamet (30) pula merasakan gejala mirip. Telah dua bln dirinya senantiasa merasa mual, batuk, sesak nafas & suhu tubuhnya kerap naik-turun. “Belum diboyong ke dokter, ya berobatnya bersama doa aja,” jawabnya mudah.

Wanita yg telah tua, Een Nurhaeni (69), pula mengalami sakit yg sama. Wanita yg menetap di sana sejak 2000 ini terkena sakit paru-paru mula-mula kali terhadap 2006. Ketika itu, tiap dua minggu beliau memeriksakan dia ke dokter. “Kata dokter memang lah sakit paru-paru. Tetapi kata mereka (pabrik), (sakit yg dialami penduduk itu) bukan dari pabrik. Alasannya yg bekerja di situ aja enggak apa-apa.,” kata Een.

Masyarakat setempat lainnya, Eli Susilawati memaparkan, nyaris seluruhnya penduduk di RT 5 sempat mengalami sakit paru-paru. Bahkan, anaknya yg tetap berumur sembilan thn, juga serta telah terkena sakit paru-paru. Kata Eli, anaknya kerap merasa sesak napas & tidak jarang batuk terhadap 2014. Sesudah dipindah ke dokter sekian banyak kali, keadaan anaknya jadi lebih baik.

Eli menyambung, umumnya penduduk dari RT 5 yg wafat dunia itu sebab bermasalah di sektor paru-parunya. Masyarakat yg terakhir wafat dunia akibat itu yakni paman Eli sendiri. Dia wafat terhadap 2014 dulu. “Ada serta yg wafat dikarenakan paru-paru itu, dua orang dari Melong, kelurahan sebelah,” kata dirinya.

Keadaan begitu dipercaya Ketua RW 14 Mahmudin. Kata dirinya, sebahagian agung masyarakat di RT 5 yg sejumlah 110 Kepala Keluarga (KK) ini memang lah mempunyai masalah kesehatan di sektor paru-paru. “Penyakit menahun. Enggak sembuh-sembuh,” ujar dirinya.

Lantaran kondisi itulah, umumnya, lanjut Mahmudin, penyebab kematian di RT 5 biasanya lantaran mengidap TBC. Mahmudin menyambung, letak RT 5 benar-benar berada pas di belakang pabrik bernama PT Jenshiang Nusantara. Pabrik ini dipercaya benar-benar kerap mengeluarkan asap hasil pembakaran batubara. 

Itulah yang dapat saya sampaikan pada saat ini untuk anda yang ingin tahu informasi kesehatan terupdate lainya silahkan kunjungi atau klik saja Artikel kesehatan yang merupakan situs resmi yang menyajikan informasi kesehatan setiap harinya, pengobatan bahkan dapat langsung memesan obat herbal disini.

Related For Ratusan Warga Cimahi Selatan Sakit Paru-Paru