Kisah Yunita, Pejuang Kesehatan Ibu dan Anak di Papua

Monday, April 18th 2016. | Uncategorized

Kisah Yunita, Pejuang Kesehatan Ibu dan Anak di Papua -, Masalah kesehatan ibu & anak tak cuma berjalan di wilayah terpencil melainkan pun di wilayah perkotaan. Tetapi hidup di daerah dgn alat kesehatan yg minim jadi tantangan yg lebih berat dalam wujudkan mutu kesehatan ibu & anak yg baik.

Ialah Yunita Alvera Manobi, perempuan kelahiran Wamena ini jadi saksi sebanyak proses persalinan di perkampungan Papua Barat yg berjalan bersama media medis kurang memenuhi standar kesehatan. Keadaan ini menjadikan Yunita tergerak utk memotori perubahan di Distrik Klamono, Sorong, Papua Barat.

Menurut data Lembaga Pemerintah Sorong terdapat 225 kasus gizi jelek & kurang gizi ditangani Lembaga Kesehatan Kota Sorong di thn 2015. Artinya, bisa jadi banyaknya lebih dari itu yg berjalan di arena lapang. Peran posyandu amat utama dalam upaya mengentaskan gisi jelek & kurang gizi. Pertamina lewat acara Pertamina Sehati dgn Yunita & Yayasan Anak Persada mendampingi 5 posyandu yg ada di Distrik Klamono.

Baca Juga :Beberapa Manfaat Kesehatan dari Secangkir Teh

Acara pertolongan Pertamina Sehati yg mula-mula kali dilakukan yaitu meningkatkan mutu sarana posyandu lewat revitalisasi. Yunita sendiri mulai sejak aktif terlibat dalam pemberdayaan posyandu Distrik Klamono terhadap thn 2014. Perempuan 37 thn kelahiran Wamena ini pun kerap memberikan pelatihan pada para kader posyandu.

Seperti halnya permasalahan yg lumrah ditemui di sebahagian akbar posyandu di daerah terpencil, tingkat kunjungan posyandu di Distrik Klamono terhadap awalnya amat sangat rendah. Lewat acara Pertamina Sehati, Yunita gencar lakukan sosialisasi & edukasi pada penduduk.

“Kini sedikit demi sedikit, tingkat kedatangan ibu & balita di posyandu sejak mulai meningkat pun angka gizi tidak baik & gizi kurang sanggup ditekan meskipun belum signifikan,” ujar Yunita yg sempat memperoleh Pertamina Award 2015 yang merupakan Local Hero buat type Kesehatan itu.

Ia mengakui memang lah tak enteng buat mengubah tabiat penduduk disana buat sadar bakal pentingnya kesehatan ibu, bayi & balita. Tetapi Yunita tak sempat menyerah dapat keadaan seperti itu & dirinya konsisten berjuang macam mana mengubah prilaku yg tak sehat jadi sehat.

“Keinginan para ibu buat datang ke Posyandu tetap amat sangat kurang. Salah satu trik aku yaitu menciptakan quiz atau memberikan hadiah kecil-kecilan yg isinya sabun cuci, minyak goreng & sabun mandi buat motivasi mereka datang sekaligus memberikan edukasi,” imbuhnya.

Tidak Hanya berikhtiar trick menarik ibu-ibu buat memeriksakan diri & anaknya ke posyandu dengan cara teratur, Pertamina pun mengenalkan system 5 meja. System 5 meja adalah gerakan standar operasional mekanisme yg mesti dilaksanakan oleh satu buah posyandu. System 5 meja bukan berarti posyandu mesti mempunyai 5 meja buat pelaksanaannya, tapi aktivitas posyandu mesti mencakup 5 pokok gerakan.

Gerakan yg dimaksud ialah pendaftaran balita/ibu hamil/ibu menyusui, penimbangan balita, pencatatan hasil penimbangan, penyuluhan pun layanan gizi, & layanan kesehatan, KB, imuninasi juga pojok oralit. Bersama system 5 meja posyandu mampu laksanakan pengukuran & pencatatan berat tubuh dgn lebih komplit, lebih rutin & sistematis.

“Wilayah operasi Pertamina menyebar di seluruhnya penjuru tanah air, tidak tidak cuma di wilayah terluar, terdepan, & tertinggal. Utk itu kami tak semata-mata lakukan operasional usaha tetapi serta memberikan perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. Kami menyadari bahwa masalah kesehatan ibu & anak di tanah air tetap memprihatinkan. Lewat acara Pertamina Sehati kami mau berkontribusi dalam mengurangi angka kematian ibu & bayi, pula gizi jelek & kurang gizi,” ungkap Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro.

Tidak Cuma mengenalkan system 5 meja, Pertamina pun memberikan pertolongan berupa makanan penambahan pada balita yg mengalami gizi tidak baik & gizi kurang, juga monitoring kesehatan yg lebih intensif terhadap balita-balita di Distrik Klamono. Pertamina pun mendorong kader-kader posyandu buat lebih aktif menjemput ibu & balita yg jarang ke posyandu.

Itulah yang dapat saya sampaikan pada saat ini untuk anda yang ingin tahu informasi kesehatan terupdate lainya silahkan kunjungi saja http://allcbar.com/ yang merupakan situs resmi yang menyajikan informasi kesehatan setiap harinya, pengobatan bahkan dapat langsung memesan obat herbal disini.

Related For Kisah Yunita, Pejuang Kesehatan Ibu dan Anak di Papua