Bandar Lampung Minim Pengetahuan Kesehatan Reproduksi

Bandar Lampung Minim Pengetahuan Kesehatan Reproduksi -, Pengetahuan masyarakat Lampung yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan perempuan dan layanan kesehatan reproduksi dalam program asuransi kesehatan Nasional (JKN) masih cukup minim. Tesebut terungkap ketika hasil survei nasional sosialisasi JKN di Emersia, Rabu (27/01/2016).

Direktur Eksekutif organisasi advokasi Damar Fitriany Selly mengatakan setiap orang berhak untuk memperoleh informasi yang benar tentang hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi tetapi prosedur adalah informasi yang sangat minim.

Baca Juga : Makanan Mentah Atau Matang, Mana Yang Lebih Sehat

“Hasil survei mengungkapkan kurangnya pengetahuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan perempuan dan layanan kesehatan reproduksi dan seksual dengab Nasional asuransi kesehatan (JKN) terutama BPJS, menyebabkan orang masih tidak mendapatkan pengetahuan yang baik dari prosedur dan jenis perawatan masyarakat itu begitu sulit untuk menggunakan layanan ini, tapi itu terkesan ketegaran dan kualitas layanan tidak memuaskan , “tambahnya.

Sely mengatakan itu berarti ada informasi yang keliru dan salah kepada masyarakat. Berdasarkan data dari survei yang dilakukan di Lampung, Bandar Lampung dicicipi dengan mengambil survei 197 responden dari lima perkampungan, yaitu Kampung Baru, Constable saya, Building Meneng, Ketapang, dan Gunung Agung.

“Hasil ketika responden diminta pernah mendengar JKN / BPJS, sebanyak 181 responden atau 92% mengatakan tidak pernah mendengar,” katanya.

181 responden yang kemudian meminta kembali sekali dan tahu prosedur yang terkait dengan penggunaan Layanan. “Hanya 70 responden atau 40% yang telah mendengar dan tahu prosedur untuk menggunakan layanan JKN / BPJS,” jelasnya.

Menurut Sely, meningkatkan pengetahuan masyarakat penyebaran harus ada dalam bentuk kampanye kreatif. “Sebagai buku saku didistribusikan kepada publik. Atau mengadakan acara seperti rakyat festival kabaret lucu, atau dapat menggunakan audio-visual. Karena ada banyak yang tidak tahu. Biarkan sendirian di desa, di kota Bandar Lampung dengan cara ini,”katanya.

Namun, ia menambahkan, tidak hanya tanggung jawab BPJS, tetapi antarstakeholder sinergi dan sektor terkait juga pemerintah daerah. “Harus ada konsep kerjasama, tidak hanya dibebankan kepada BPJS,” katanya.

Sekian yg bisa aku sampaikan terhadap kini buat kamu yg mau tahu info kesehatan terbaru lainya silahkan kunjungi saja tentang kesehatan yang merupakan website resmi yang menyajikan berita kesehatan tiap-tiap harinya, pengobatan bahkan bisa cepat memesan obat herbal disini.

Related For Bandar Lampung Minim Pengetahuan Kesehatan Reproduksi